REZEKI LANGIT DAN BUMI – Telaah STIFIn Senin 26 Maret 2018

Sederhana sekali untuk menjadi orang kaya. Cari produk yang berguna sehari-hari. Dapatkan teknologi produksinya. Bangun value-nya. Ciptakan sistem marketingnya. Buat komunitasnya. Jalankan bisnisnya secara berkelanjutan. Insyaallah menjadi miliarder dalam usia muda.

Disain bisnis sebenarnya mudah dirumuskan di atas meja. Pertarungan teknologi produksi akan berlangsung terus, yang sesungguhnya tetap bisa diantisipasi.

Pencarian value senantiasa terbantu oleh kreativitas yang bertumbuh. Membangun platform dan komunitas tinggal menyuntikkan motivasi yang berbasiskan orang.

Dimana kesulitan bisnisnya? Yaitu tentang apa sesungguhnya yang mau dibisniskan.

Rezeki itu datang seluas langit dan bumi. Banyak sekali yang bisa dipetik dari langit dan ditambang dari bumi. Mulai dari orang yang paling cerdas hingga orang yang paling terbatas sekalipun dapat mengambil rezeki tersebut. Eksploitasi berskala besar atau kultivasi kecil-kecilan senantiasa terbuka.

Bangsa yang masyarakatnya banyak bersujud, akan menarik rizqi dari sekitarnya ke titik sujud tersebut. Beruntunglah suatu bangsa yang dipenuhi persujudan kepadaNya. Menjadi lebih besar peluangnya untuk mencari rezeki.

Tinggal memilih apa yang mau dibisniskan. Merujuklah kepada genetika masing-masing karena akan ada kecocokan kemistri.

  • Sensing mencari yang berunsur tanah dan atau keuletan.
  • Thinking yang berunsur logam dan atau kecerdasan.
  • Intuiting yang berunsur kayu dan atau kreativitas.
  • Feeling yang berunsur api dan atau mengurus manusia.
  • Insting yang berunsur air dan atau pelayanan

260318

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *