TEKNOLOGI SENJATA – Telaah Harian STIFIn 30 Maret 2018

Menggunakan senjata sebuah negara dapat menjadi penjajah. Negara kecil diancam oleh negara besar melalui senjata. Suatu negara yang kelihatan besar ternyata sesungguhnya kecil karena ia menjadi boneka bagi negara lain yang menodongkan senjatanya.

Saling ancam antar negara yang bertikai ditingkahi dengan saling pamer kekuatan senjata. Siapa yang memegang senjata nuklir dialah negara jagoan. Sungguh senjata telah menaikkan posisi tawar suatu negara.

Sementara teknologi dan produksi senjata dikawal oleh negara dan ‘negara di atas negara’. Ruang pengembangan menjadi super sempit. Padahal otak-otak cerdas para genius Indonesia dapat berbuat banyak.

Maka pengawalan itulah yang menjadi sebab buntunya perkembangan teknologi senjata Indonesia. Maklumat persenjataan ini belum terpapar keterbukaan. Tertutup, terkendali, dan eksklusif milik kekuatan tertentu.

Kecanggihan senjata itu terus akan diperlombakan oleh negara-negara adi kuasa yang ujungnya berhenti di perang dunia ketiga, Armageddon. Setelah itu ramalan Einstein (yang sejalan dengan hadist) perang akhir zaman kembali menggunakan senjata tradisional. Bahkan ditegaskan dalam hadist bahwa Dajjal akhirnya dipenggal menggunakan pedang.

Sebab tidak berfungsinya segala macam kecanggihan teknologi persenjataan adalah ditemukannya bom EMP (Electro Magnetic Pulse). Kekuatan magnet dan listrik yang super besar akan menghantam semua aliran listrik dan frekuensi gelombang. Sehingga kendali nuklir menjadi macet.

Dan semua apapun sepanjang masih menggunakan media listrik dan frekuensi gelombang, maka bom EMP akan menghentikannya. Bahkan mobil di tengah jalan tiba-tiba bisa berhenti.

EMP adalah antithesa dari semua kecanggihan senjata.

Saya meyakini bahwa EMP ini akan menjadi senjatanya orang shaleh di kemudian hari. Mempersatukan gelombang alfa justru akan menjadi teknologi senjata pamungkas.

Pemrograman kekuatan alfa untuk menjadi bom EMP sepertinya mungkin dijangkau. Karena pada perang Armageddon dan perang akhir zaman pasukan orang shaleh yang menang ■ 300318

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *