Data Pribadi – Telaah Harian STIFIn Jumat 23 Maret 2018

Mark Zuckerberg sempat mengalami kerugian nilai saham fb sebesar USD 40M (setara dengan Rp 548T) gara-gara pencurian 50 Juta akun fb oleh Cambridge Analytica, lembaga yang bekerja untuk kemenangan Trump. Sekarang Zuck tengah berusaha memulihkan kredibilitas fb.

Ada dua hal yang menarik untuk dibahas pada kasus tersebut. Pertama, Cambridge Analytica telah berhasil memenangkan kampanye Trump dengan pendekatan khusus kepada konstituen melalui hal-hal pribadi seperti selera dan minat. Hemat, terarah, dan terukur. Kedua, di masa yang akan datang data pribadi menjadi sangat berharga. Jika data pribadi itu sampai mengetahui genetika seseorang maka akan menjadi lebih mahal harganya.

Sekarang setelah tes DNA akan terpetakan 50 informasi penting seseorang mulai dari jenis kecerdasan, kepribadian, kesehatan, penyakit, bakat, minat, dan selera.

Apalagi jika data individu itu ‘hidup’ atau ‘dihidupkan’ karena ada foto diri, profesi, dan rumah mutakhir, serta info-info rahasia yang bisa dimonitor maka jadilah setiap individu menjadi sasaran empuk untuk berbagai hal, kebaikan ataupun kejahatan.

Jika data individu terkumpul hingga ke populasi satu bangsa maka keselamatan bangsa tersebut terletak di satu chip saja. Bagaimana kalau satu chip itu disalahgunakan? Era disruptions melanda hingga ke kamar-kamar pribadi. Bahkan hingga nasib suatu bangsa.

Drone –bahkan jutaan drone– bisa diprogram untuk mendatangi setiap individu menjalankan misi khusus. Membidik secara akurat setiap individu kepada jutaan orang sekaligus.

Memang seperti paranoid. Karena ilmu penangkalnya belum ada.

Oleh karena itu, setelah Tes STIFIn, kami menghilangkan data gambar sidik jari klien demi keamanan. Kami telah memberikan disclaimer bahwa data klien aman 100%, karena gambar sidik jari otomatis hilang setelah hasil tes keluar ■ 230318

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *