Inner Beauty – Telaah Harian STIFIn Kamis 22 Maret 2018

Tutur kata yang lembut merasuk ke hati. Langsung hilang kepenatan fisik dan pikiran karena sapaan yang penuh kelembutan.

Kecantikan dari dalam itu bersumber dari kelembutan tutur kata. Bukan hanya pemilihan katanya yang bersastra (berpuisi) namun pengungkapannya yang dalam dan menawan.

Istri yang seperti ini mahal harganya. Ini hasil penggemblengan yang panjang.

Gak mudah mendapat istri di level ini. Kesehariannya adalah seni yang indah.

Sementara produk budaya saat ini membawa ke arah yang lain. Sulit bagi wanita untuk berada di level tersebut. Karena para lelaki di sekitarnya selalu bernada tinggi.

Karena penggemblengannya dari kecil dipenuhi ambisi. Karena tuntutan profesi dan karir yang dikejar target. Karena lingkungan keintiman rumah tidak hadir dari seorang ibu yang lembut melainkan oleh ibu yang capek.

Sungguh, budaya moderen ini telah menghilangkan kebiasaan baik yang hampir punah ini. Dimana sekarang kita mau mencari tutur kata yang lembut? Langka.

Maka mengapa kita tidak memilih sebuah peradaban yang simpel. Nafkah urusan lelaki. Suri rumah urusan perempuan. Harus ada permaisuri (disingkat suri) di rumah kita.

Wahai para lelaki ambillah tanggung jawab yang lebih besar dengan membiarkan perempuan membangun istana hati di rumahnya masing-masing. Untuk menjadi menu-surga di rumah kita. Yang bikin anak-anak kita betah sebetah-betahnya, bukan dengan gadget ■ 220318

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *