MAKAR MANUSIA – Telaah Harian STIFIn 28 Maret 2018

Pertarungan adi kuasa baru antara China dan Amerika adalah pertarungan makar manusia. Indonesia menjadi korban diantara pertarungan dua ‘gajah’ tsb. Jika pakai perhitungan kacamata makar manusia, maka diprediksi 2030 Indonesia akan lenyap.

Namun bisa ada skenario lain di luar makar manusia. Jika Indonesia menjadi lebih shaleh, masyarakatnya shaleh-shaleh, dan pemimpinnya pada-shaleh ceritanya bisa lain. Makar manusia dengan semua realitas kemajuan teknologi dan rekayasa kelicikannya bisa dikalahkan oleh makarNya.

Menghadirkan makarNya cukup dengan menjadi Indonesia yang shaleh. Para pembual akan mengatakan lari ke agama itu sebagai escapism (pelarian). Sehingga menjadi cara yang tidak masuk akal.

Keshalehan itu bukan pelarian melainkan menghadirkan senjata beyond senjata, teknologi beyond teknologi, rekayasa beyond rekayasa dst. Jika Tuhan sudah ikut turun tangan semua bisa dikalahkan. Meski tetap harus melalui sunnatullah, yang tidak pernah berubah (QS Al Fath; 23).

Demi sunnatullah tersebut, maka mau tidak mau: kerumunan diubah menjadi barisan, kemarahan diubah menjadi perlawanan, sporadik menjadi gerakan, sendiri-sendiri menjadi satu-komando.

Dan tipping point dari sunnatullah tersebut adalah putihkan kotak suara. Bikin kotak suara berdzikir. Manusia Indonesia yang bergenetik Feeling akan bangkit kejiwaannya jika sudah kejepit ■ 280318

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *