Materi Dasar – Telaah 16 Maret 2018

Seluruh sel-sel tubuh dibangun dari triliunan nukleotida DNA, sebagai unsur terkecil dalam tubuh manusia. Materi-dasar merupakan bentuk kontinum mulai dari yang paling kecil nukleotid tersebut hingga sudah berbentuk kesempurnaan tubuh lengkap dengan seluruh anggota badan berwajah ganteng dan cantiknya, plus ditambah lagi dengan kekuatan ruhiah yang telah dihembuskan olehNya. Menjadilah manusia sempurna yang sanggup memikul beban sebagai khalifah di muka bumi ini.

Kontinum materi-dasar manusia tersebut sungguh sebuah harmoni yang menakjubkan. Menjadi auto robot yang begitu peka secara sensorik, intelek, emosi, bahkan pada nasehat-nasehat kebaikan. Itulah yang menyebabkan manusia tidak boleh disebut sebagai produk gagal seingkar apapun kepadaNya. Masih ada harapan manusia berubah sepanjang masih ada materi-dasar dengan kekuatan ruhiah di dalamnya.

Persoalan manusia sesungguhnya berawal dari materi-dasar ini. Terjadi tarik menarik antara kebaikan dan keburukan. Separuh dari materi-dasar ini terberi (gifted) dan separuh lagi ikhtiari (diupayakan oleh manusia itu sendiri). Muncul persoalan ketika yang terberi dan ikhtiari itu bersebarangan tidak kompak. Ini bergerak ke arah keburukan manusia.

Namun sebaliknya, akan menciptakan kehebatan yang dahsyat jika yang terberi dan ikhtiari tersebut selaras. Ini yang bergerak ke arah kebaikan.

Maka sesungguhnya intisari dari ilmu tertinggi manusia jika hidup dalam keselarasan materi dasar tersebut. Melalui ilmu tersebut ditemukan nikmat bersyukur yang setinggi-tingginya. Untuk menambah keyakinan dalam beragama kepadaNya.

Mulailah menemukan kekuatan terberi yang ada pada manusia. Insyaallah STIFIn dapat membantu mempermudah ■160318

Farid Poniman
Penemu STIFIn

stifincimahi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *