Telaah Harian STIFIn Edisi 1 Maret 2018 – Mencegah Dehumanisasi

TELAAH, Edisi Kamis 1 Maret 2018

MENCEGAH DEHUMANISASI

Dunia teknologi bergerak ke arah dehumanisasi. Robot pengganti buruh, senjata pembunuh massal, drone menjadi sniper, mekanisasi pertanian-peternakan-perikanan, ledakan industri boneka sex, komputasi urusan rumah tangga, artificial intelligence (kecerdasan buatan) di semua bidang, kontrol genom rekayasa genetik, autonomous nanobot alias mesin molekuler yang bisa memperbanyak diri; diantara contoh-contoh dehumanisasi teknologi. Perkembangan teknologi itu bergerak ke arah yang berbeda dari yang diinginkan manusia kebanyakan.

Bahkan bukan hanya kehadiran manusia, juga keberadaan pemerintahan menjadi tidak diperlukan. Teknologi block-chain yang dipakai cryptocurrency adalah permulaannya.

Bagaimana mencegah dehumanisasi teknologi tersebut? Antisipasi apa yang perlu dilakukan sebelum era singularitas terjadi? Yaitu era kekacauan yang disebabkan karena teknologi supercerdas sampai tidak lagi bisa diasumsikan. Entah apa yang akan terjadi sudah tidak bisa lagi diprediksi. Itulah era singularitas. Bagaimana mengantisipasi semua ini?

Jawabannya adalah spiritualitas-alfa. Semaju apapun teknologi-beta tersebut tidak akan bisa mengalahkan spiritualitas-alfa.

Kebenaran akan mengalahkan kebatilan.

Mengangkasanya otak teknologi akan kalah dengan kedalaman hati manusia. Keyakinan bertuhan kepada Maha Pencipta yang jauh melampaui kedahsyatan teknologi akan menjadi benteng kemanusiaan. Menggalang humanisasi sejati akan menghentikan proses dehumanisasi.

Bagaimanapun, keshalehan akan menundukkan kecanggihan.

Keshalehan individu, keshalehan sosial, dan keshalehan akhir zaman akan menjadi lebih mudah jika melalui pintu genetiknya masing-masing.

Farid Poniman
Penemu STIFIn

***

Dapatkan telaah harian langsung dari penemu konsep personaliti STIFIn Genetic Intelligence di situs STIFIn Cimahi setiap harinya.

Jika ingin mengetahui pintu genetik kita? Ketahui mesin kecerdasan genetik anda. Chat ke 0896-5126-3141 (ibu Esa).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *